Dalam
kegiatan dan proses belajar mengajar sangatlah penting untuk dikaji
karena kegiatan ini merupakan proses yang betul-betul harus dikuasai
oleh seorang guru erat kaitannya dengan tugas kesehariannya seperti yang
diungkapkan oleh Moh. Uzer Usman dalam bukunya Menjadi Guru Profesional
"Tugas guru sebagai profesi meliputi mendidik, mengajar, dan melatih.
Mendidik berarti meneruskan dan mengembangkan nilai-nilai hidup.
Mengajari berarti meneruskan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan
tekhnologi. Sedangkan melatih berarti mengembangkan
keterampilan-keterampilan pada siswa."
Salah
satu upaya seorang guru untuk meningkat mutu pendidikan adalah
penggunaan media pembelajaran yang tepat dalam menyampaikan
pesan-pesannya. Hal ini diperuntukkan bagi siswa yang belum dapat
menerima pesan yang disampaikan guru, maka penggunaan media sangat
dianjurkan. Dengan demikian penggunaan media untuk menyampaikan pesan
pembelajaran akan lebih di hayati tanpa menimbulkan kesalah pahaman bagi
keduanya yaitu murid dan guru.
Proses belajar mengajar, guru sebagai sumber menuangkan pesan
ke dalam simbol-simbol tertentu dan siswa sebagai penerima pesan
menafsirkan simbol-simbol tersebut, sehingga dipahami sebagai pesan.
Agar pesan yang disampaikan oleh sumber atau pesan tadi bisa juga sampai
pada penerima pesan, maka dibutuhkan adanya wadah yang disebut dengan
“Media” media ini disebut saluran (chanel). Biasanya dalam proses komunikasi walaupun pesan (message)
atau informasi sudah diberikan oleh sumber dan ditujukan kepada
penerima melalui media akan tetapi tidak ada umpan balik maka proses
komunikasi tidak sempurna. (Arif S. 1993 : 11)
Dalam
menyampaikan pesan pendidikan agama diperlukan media pengajaran. Media
pengajaran pendidikan agama adalah perantara/pengantar pesan guru agama
kepada penerima pesan yaitu siswa. Media pengajaran ini sangat
diperlukan dalam merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat serta
perhatian sehingga terjadi proses belajar mengajar serta dapat
memperlancar penyampaian pendidikan agama Islam. (Muhaimin, dkk. 1996 :
91)
Media
pembelajaran merupakan berbagai macam jenis komponen dalam lingkungan
siswa yang dapat merangsang siswa untuk belajar walaupun bersifat
menyalurkan pesan dan dapat merangsang pikiran, perangsang kemauan siswa
sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar mengajar.
Penggunaan
media pembelajaran ini bukanlah sekedar upaya untuk membantu guru,
namun juga membantu siswa dalam belajar. Karena dengan menggunakan media
pikiran siswa akan lebih terfokus pada apa yang disampaikan oleh
pendidik atau guru dan dapat meningkatkan pemahaman siswa serta dapat
menerima pesan dengan baik dan benar.
Hamalik
dalam Arsyad (2003:15) mengemukakan bahwa pemakaian media pengajar
dalam proses belajar mengajar membangkitkan kemajuan dan minat yang
baru, bangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar dan bahkan
membawa pengaruh psikologis terhadap siswa
Dari
pernyataan diatas semakin jelas bahwa penggunaan media pembelajaran
pada tahap orientasi pengajaran akan sangat membantu keefektifan proses
pembelajaran dan penyampaian pesan serta isi materi pelajaran pada saat
itu.
Dalam
proses pendidikan banyak sekali media yang digunakan seperti media
garafis, media audio, media visual dan masih banyak lagi. Sedangkan
landasan penggunaan media menurut Mahfud Shalahuddin ada beberapa
landasan penggunaan media yaitu dasar religius, dasar psikologis, dan
dasar teknologis.
Untuk pemilihan kriteria media menurut Arif S. Sadiman dalam bukunya
Media Pendidikan yaitu "Faktor yang perlu dipertimbngkan dalam
pemilihan media adalah tujuan instruksional yang ingin dicapai,
karakteristik siswa, jenis rangsangan belajar yang diinginkan, keadaan
latar belakang dan lingkungan siswa, situasi kondisi tempat dan luas
jangkauan yang ingin dilayani. Faktor-faktor tersebut pada akhirnya
harus diterjemahkan dalam norma/kriteria keputusan pemilihan" (1993:
83-84).
Media
pembelajaran pendidikan agama Islam dapat digunakan untuk peningkatan
interaksi belajar mengajar. Oleh karena itu harus diperhatikan
prinsip-prinsip penggunaannya. Dan penggunaan media pembelajaran ini
juga harus bermanfaat bagi peserta didik khususnya dan pendidik karena
keduanya akan mendapat pengetahuan yang baru.
Salah
satu prinsip penggunaan media pembelajaran bahwa dalam penggunaan media
siswa harus dipersiapkan dan diperlakukan sebagai peserta yang aktif
serta harus ikut bertanggung jawab selama kegiatan pembelajaran,
merupakan upaya dalam menimbulkan motivasi dalam bentuk menimbulkan atau
menggugah minat siswa agar mau belajar, mengikat perhatian sisawa agar
senantiasa terikat kepada kegiatan belajar mengajar (Karti Soeharto,
dkk,1995 : 114).
Sehubungan
dengan uraian diatas maka penulis mencoba mengangkat tentang pengaruh
penggunaan media pembelajaran terhadap motivasi belajar siswa pada
pendidikan agama Islam. Dalam hal ini penulis ingin membuktikan sebesar
apakah pengaruh media terhadap motivasi belajar siswa. Dengan mengadakan
penelitian atau studi kasus tentang penerapan media pembelajaran di SMP
Kartika V-9 Malang motivasi belajar siswanya.
Sehingga
dalam hal ini penulis menulis tentang ”Pengaruh Penggunaan Media
Pembelajaran Dalam Proses Penyampaian Pendidikan Islam Terhadap Motivasi
Belajar Siswa" (studi kasus penerapan media pembelajaran di SMP Kartika
V-9 Malang) dengan harapan kajian ini dapat dipakai bahan pemikiran
untuk kegiatan penggunaan media pembelajaran dalam keberhasilan
penyampaian pendidikan agama Islam di lembaga pendidikan tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar